TUGAS KEDUA BAHASA INDONESIA
1. A.) Jelaskan perbedaan topic, tema dan judul!
B.) Bagaimana cara membatasi topic ?
2. A.) Sebutkan dan jelaskan manfaat Outline!
B.) Bagaimana langkah-langkah membuat Outline?
3. A.) Sebutkan dan Jelaskan Unsur-unsur alinea!
B.) Jelaskan cirri-ciri kalimat utama dan kalimat penjelas!
C.) Sebutkan dan jelaskan macam-macam alinea!
Jawab
1. A.) Topik adalah pokok pembicaraan atau sesuatu yang menjadi landasan penulisan suatu artikel, Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran dalam membuat suatu tulisan, sedangkan Judul adalah nama yang di pakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita dan lain-lain.
B.) Cara membatasi sebuah Topik:
• Tetapkanl;ah topic yang akan di garap dalam kedudukan central.
• Mengajukan pertanyaan, apakah topic yang berada dalam kedudukan central itu masih dapat di rinci lebih lanjut? Bila dapat, tempatkanlah rincian itu sekitar lingkaran topic pertama tadi.
• Tempatkanlah dari rincian tadi mana yang akan dipilih.
• Mengajukan pertanyaan apakah sector tadi masih dapat dirinci lebih lanjut atau tidak.
2. A.) Manfaat Outline
• Untuk menyusun kerangka secara teratur.
• Mempermudah pembahasan tulisan.
• Menghidari isi tulisan keluar dari tujuan awal.
• Menghindari penggarapan sebuah …. Sampai kali atau lebih.
• Memudahkan penulis mencari materi tambahan.
• Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah.
• Memudahkan penulis mencari klimaks yang berbeda-beda.
B.) Langkah-langkah membuat outline :
• Menentukan tema dan judul
Tema adalah pokok persoalan, permasalahan, atau pokok pembicaraan yang mendasari suatu karangan.
Judul adalah kepala karangan. Misalkan tema cakupannya lebih besar dan menyangkut pada persoalan yang diangkat sedangkan judul lebih pada penjelasan awal (penunjuk singkat) isi karangan yang akan ditulis.
• Mengumpulkan bahan
Bahan yang menjadi bekal dalam menunjukkan eksistensi tulisan, banyak cara mengumpulkannya, masing-masing penulis mempunyai cara masing – masing sesuai juga dengan tujuan tulisannya.
• Menyeleksi bahan
Agar tidak terlalu bias dan abstrak, perlu dipilih bahan-bahan yang sesuai dengan tema pembahasan. polanya melalui klarifikasi tingkat urgensi bahan yang telah dikumpulkan dengan teliti dan sistematis.
3. A.) Unsur-unsur alinea
(1) Ide Pokok
(2) Kalimat topic
(3) Kalimat pengembang
(4) Kalimat penegas
(5) Transisi
B.) Ciri-ciri kalimat utama:
1. Biasanya diletakkan pada awal paragraph, tetapi bisa juga diletakkan pada bagian akhir paragraph.
2. Suatu kalimat berisikan kalimat utama ditandai oleh kata-kata kunci seperti:
• Sebagai kesimpulan….
• Yang penting….
• Jadi, …..
• Dengan demikian…
3. Biasanya berisi suatu pernyataan yang nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh kalimat penjelas.
Kalimat Penjelas adalah kalimat yang berisi gagasan yang mendukung atau menjadi penjelas kalimat utama. Kalimat-kalimat penjelas tersebut dalam setiap paragraph harus membentuk satu kesatuan gagasan.
Ciri-ciri kalimat penjelas:
1. Berisi penjelasan seperti:
• Contoh-contoh
• Rincian
• Keterangan
• Dll.
2. Kalimat penjelas biasanya memerlukan kalimat penghubung.
3. Selalu menghubungkan kalimat-kalimat dalam paragraph.
C.) Macam-macam alinea itu ada tiga yaitu :
1. Alinea Pembuka
Alinea pembuka merupakan bagian dari sebuah wacana atau karangan yang paling pertama kita temui. oleh karena situ, sebaiknya alinea pembuka itu disusun secara menarik agar memunculkan rasa ingin tahu kepada para pembaca. Dalam alinea pembuka sangat diharapkan dapat membimbing para pembaca untuk memasuki suatu jalan cerita atau isi dari wacana atau dengan kata lain alinea pembuka ini menyiapkan para pembaca untuk memasuki alinea isi. Rumusan alinea pembuka yang baik akan menjadi pedoman untuk pengembangan karangan menuju tingkat selanjutnya. Dengan pedoman itu maka akan tercapainya suatu kepaduan pada dalam sebuah wacana atau karangan.
2. Alinea Isi
Alinea isi merupakan suatu ide pokok beserta pengembangannya dalam sebuah wacana atau karangan. Oleh karena itu, alinea isi merupakan bagian yang esensial dalam suatu wacana atau karangan. Maksudnya adalah alinea isi menjelaskan dengan cara menguraikan bagian-bagian ide pokok tersebut. Dalam menjelaskannya harus disusun dengan berurutan dan sesuai dengan asas-asas penalaran yang masuk akal atau logis.
3. Alinea Penutup
Alinea penutup merupakan alinea-alinea yang mengakhiri atau menutup suatu wacana atau karangan. Alinea ini merupakan kebulatan dari masalah-masalah yang dikemukakan pada bagian wacana atau karanan sebelumnya. Selain itu alinea penutup juga harus mengandung kesimpulan yang benar-benar mengakhiri uraian wacana atau karangan tersebut. Karena bertugas untuk mengakhiri suatu wacana, maka alinea penutup yang baik ialah yang tidak terlalu panjang, tetapi juga tidak terlalu pendek. Akan tetapi, alinea penutup harus menimbulkan kesan tersendiri bagi para pembaca.
sumber : disini
My Fish
Rabu, 23 November 2011
Posts by : Admin
PEMBAHASAN TENTANG CATATAN KAKI,DAFTAR PUSTAKA DAN KUTIPAN
Sekilas tentang catatan kaki
Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/bibliografi.
Jenis dan contoh catatan kaki :
catatan kaki yang digunakan pada buku Filsafat Ilmu "Ilmu dan Moral"
Penalaran otak orang itu luar biasa, demikian simpulan ilmuwan kerbau dalam makalahnya, namun mereka itu curang dan serakah … .
1) Adapun sebodoh-bodoh umat kerbau, sungguh menggelitik nurani kita. Benarkah bahwa makin cerdas maka makin pandai kita menemukan kebenaran, makin benar maka makin baik pula perbuatan kita? Apakah manusia yang mempunyai penalaran tinggi, lalu makin berbudi sebab moral mereka dilandasi analisis yang hakiki, ataukah malah sebaliknya: makin cerdas maka makin pandai pula kita berdusta? Menyimak masalah ini, ada baiknya kita memperhatikan imbauan Profesor Ace Partadiredja dalam pidato pengukuhannya selaku guru besar ilmu ekonomi di Universitas Gajah Mada, yang mengharapkan munculnya ilmu ekonomi yang tidak mengajarkan keserakahan?2)
………………………………………………………
1) Taufiq Ismail, Membaca Puisi, Taman Ismail Marzuki, 30-31 Januari 1980.
2) Kompas, 25 Mei 1981.
Catatan kaki untuk buku dimulai dengan nama pengarang diikuti koma, judul buku (ditulis dengan huruf awal kapital dan dicetak tebal atau dicetak miring), nomor seri, jilid dan nomor cetakan (kalau ada), kota penerbit (diikuti titik dua), nama penerbit (diikuti koma), dan tahun penerbitan (ditulis dalam kurung dan diakhiri dengan titik).
Catatan kaki untuk artikel dan majalah dimulai dengan nama pengarang, judul artikel, nama majalah, nomor majalah jika ada, tanggal penerbitan, dan nomor halaman. Jika dari sumber yang sama dikutip lagi, pada catatan kaki ditulis ibid. (singkatan dari ibidum) yang artinya sama persis sumbernya dengan catatan kaki di atasnya. Jadi mirip dengan idem atau sda. Untuk sumber yang telah disisipi sumber lain, digunakan istilah op. cit. (singkatan dari opere citato). Untuk sumber dari majalah dan koran yang telah disisipi sumber lain digunakan istilah loc. cit. (singkatan dari loco citato).
…………………………………………………
2 Ratna Wilis Dahar, Teori-Teori Belajar (Jakarta: Depdikbud, 1988), hal. 18.
3 Nurhadi, Membaca Cepat dan Efektif (Bandung: Sinar Baru, 1986), hal. 25
4 Ibid., hal. 15
5 Ratna Wilis Dahar, op.cit., hal. 17
Tujuan
Catatan Kaki dibuat untuk :
a. Menyusun Pembuktian
Semua pernyataan yang penting,yang bukan merupakan pengetahuan umum harus didukung oleh pembuktian-pembuktian. Catatan kaki menunjukan kebenaran-kebenaran yang pernah dicapai oleh seorang pengaran lain dalam bukunya atau tulisan-tulisannya.Sebab itu referensi dalam catatan kaki dimaksudkan untuk menunjukkan tempat atau sumber dimana suatu kebenaran telah dibuktikan oleh orang lain.
b. Menyatakan Hutang Budi
Penunjukan sumber pada catatan kaki dimasukan pula untuk menyatakan hutang budi kepada pengarang yang dikutip pendapatnya. Dengan menyebut nama pengarang yang dikutip pendapatnya itu,penulis telah menyatakan hutang budi kepadanya.
c. Menyatakan Keterangan Tambahan
Catatan kaiki juga dimaksudkan sebagai keterangan tambahan untuk uraian. keterangan tambahan yang dimaksud dapat berupa :
1). Inti atau sari dari fragmen yang dipinjam.
2). Uraian teknis , keterangan insidental, atau materi yang memperjelas teks, atau informasi tambahan
terhadap topik yang disebut dalam teks.
3). Materi-materi penjelas yang kurang penting seperti perbaikan, atau pandangan-pandangan lain yang
bertentangan.
d. Merujuk bagian lain dari teks
Catatan kaki dapat juga dipergunakan untuk menyediakan informasi kepada bagian-bagian lain dari tulisan itu . Misalnya penulis memberi catatan agar pembaca melihat atau memeriksa utaian padahalaman sebelumnya,atau hal-hal yang akan diuraikan.
Daftar Pustaka
Dalam penulisan makalah, penulisan ilmiah, skripsi, buku dan lain-lain terdapat lembar daftar pustaka, terdapat beberapa hal terkait dengan daftar pustaka yang harus anda ketahui, antara lain :
1. Pengertian Daftar Pustaka
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit, dan sebagainya yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karya tulis atau buku dan disusun berdasarkan abjad. Menurut Gorys Keraf yang dimaksud dengan daftar pustaka atau bibliografi adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel- artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan yang sedang digarap.
Melalui daftar pustaka pembaca atau penulis dapat melihat kembali kepada sumber aslinya. Mereka dapat menetapkan apakah sumber itu sesungguhnya mempunyai keterkaitan dengan isi pembahasan itu, dan apakah bahan itu dikutip dengan benar atau tidak. Dan sekaligus dengan cara itu pembaca dapat memperluas pula pengetahuannya dengan bermacam-macam referensi itu.
2. Fungsi Daftar Pustaka
Dari daftar pustaka banyak hal yang dapat kita peroleh, antara lain ;
a. Memberikan informasi bahwa pernyataan yang dibuat bukan hasil pemikiran sendiri tapi juga ditambahkan dengan pemikiran orang lain.
b. Apabila pembaca menginginkan mendalami lebih jauh pernyataan yang dikutip, dapat membaca sendiri referensi yang menjadi sumber kutipan.
c. Memberikan apresiasi atau penghargaan terhadap penulis buku yang telah membantu kita dalam penulisan karya tulis yang kita selesaikan.
d. Menjaga profesionalitas penulis terhadap karya tulis yang telah dia buat.
3. Unsur-unsur Daftar Pustaka
Hal yang perlu diketahui dalam penulisan daftar pustaka, yaitu :
a. Nama pengarang, yang dikutip secara lengkap.
b. Judul buku, termasuk judul tambahannya.
c. Data publikasi, nama penerbit, tempat terbit, tahun terbit, edisi buku tersebut.
d. Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, jilid, nomor, dan tahun.
4. Jenis-jenis Daftar Pustaka
a. Kelompok Textbook
Penulis perorangan.
Kumpulan karangan beberapa penulis dengan editor.
Buku yang ditulis / dibuat oleh lembaga.
Buku terjemahan.
b. Kelompok Jurnal
Artikel yang disusun oleh penulis.
Artikel yang disusun oleh lembaga.
Kelompok makalah yang diresentasikan dalam seminar / konferensi / symposium.
c. Kelompok disertasi / tesis
d. Kelompok makalah / informasi dari Internet
5. Penyusunan Daftar Pustaka
Penyusunan daftar pustaka dan penunjukannya pada naskah mengikuti salah satu
dari tiga sistem berikut :
a. Nama dan Tahun (Name and Year System). Daftar pustaka disusun secara abjad berdasarkan nama akhir penulis dan tidak dinomori. Penunjukan pada naskah dengan nama akhir penulis diikuti tahun penerbitan.
b. Kombinasi Abjad dan Nomor (Alphabet-Number System). Pada sistem ini cara penunjukannya dalam naskah adalah dengan memberikan nomor sesuai dengan nomor pada daftar pustaka yang disusun sesuai abjad.
c. Sistem Nomor (Citation Number System). Kutipan pada naskah diberi nomor berurutan dan susunan daftar pustaka mengikuti urutan seperti tercantum pada naskah dan tidak menurut abjad.
6. Cara penulisan daftar pustaka menurut jenis-jenisnya
v Cara Penulisan Daftar Pustaka Textbook
a) Buku yang ditulis/dibuat oleh lembaga : nama lembaga, tahun terbit, judul buku (cetak miring atau garis bawahi), edisi dan volume, nama penerbit, tempat penerbit (kota), halaman yang dibaca.
b) Buku terjemahan : nama penulis (disusun balik), tahun terbit, judul buku (cetak miring atau garisbawahi), penerjemah, nama penerbit, tempat penerbit (kota), halaman yang dibaca.
v . Cara Penulisan Daftar Pustaka Jurnal dan Disertasi/Tesis
a) Kelompok makalah yang dipresentasikan dalam seminar/konferensi/simposium : nama penulis (disusun balik), tahun penyajian, judul makalah, nama forum penyajian (cetak miring atau garisbawahi), kota, bulan dan tanggal penyajian.
b) Kelompok disertasi/tesis : nama penulis (disusun balik), tahun terbit, judul disertasi/thesis (centang miring atau garisbawahi), tempat penerbitan (kota), universitas, kata “disertasi” atau “tesis”.
v Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Internet
a) Kelompok makalah / informasi dari Internet (apabila ada nama penulis) : nama penulis (disusun balik), tahun penyajian, judul makalah / informasi, alamat Internet.
b) Kelompok makalah / informasi dari Internet (apabila tidak ada nama penulis) : nama lembaga yang menulis, tahun penyajian, judul makalah / informasi, alamat Internet.
Kutipan
Kutipan adalah pinjaman pendapat dari seorang pengarang atau seseorang,
baik berupa tulisan dalam buku, majalah, surat kabar, atau bentuk tulisan lainnya,
mau pun dalam bentuk lisan.
Tujuan pembuatan kutipan :
Dalam tulisan ilmiah, baik berupa artikel, karya tulis, skripsi, tesis, dan disertasi
selalu terdapat kutipan. Kutipan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah
karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal
yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip
karya orang lain tersebut.
Dengan demikian kutipan memiliki fungsi sebagai:
a. landasan teori
b. penguat pendapat penulis
c. penjelasan suatu uraian
d. bahan bukti untuk menunjang pendapat itu.
Berdasarkan fungsi di atas seorang penulis harus memperhatikan hal-hal berikut:
1) penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu
2) penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan
3) kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
4) jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung
5) penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak
langsung
6) perhatikan teknik penulisan kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan
Sumber :
http://www.docstoc.com/docs/22448919/04-Penulisan-Daftar-Pustaka
http://www.scribd.com/doc/36537268/Penyusunan-Daftar-Pustaka
http://lytasapi.wordpress.com/2010/06/05/pengertian-fungsi-dan-jenis-kutipan/
http://fikarzone.wordpress.com/
http://mycandybaby.wordpress.com/2009/12/26/daftar-pustaka-dan-kutipan/
Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/bibliografi.
Jenis dan contoh catatan kaki :
catatan kaki yang digunakan pada buku Filsafat Ilmu "Ilmu dan Moral"
Penalaran otak orang itu luar biasa, demikian simpulan ilmuwan kerbau dalam makalahnya, namun mereka itu curang dan serakah … .
1) Adapun sebodoh-bodoh umat kerbau, sungguh menggelitik nurani kita. Benarkah bahwa makin cerdas maka makin pandai kita menemukan kebenaran, makin benar maka makin baik pula perbuatan kita? Apakah manusia yang mempunyai penalaran tinggi, lalu makin berbudi sebab moral mereka dilandasi analisis yang hakiki, ataukah malah sebaliknya: makin cerdas maka makin pandai pula kita berdusta? Menyimak masalah ini, ada baiknya kita memperhatikan imbauan Profesor Ace Partadiredja dalam pidato pengukuhannya selaku guru besar ilmu ekonomi di Universitas Gajah Mada, yang mengharapkan munculnya ilmu ekonomi yang tidak mengajarkan keserakahan?2)
………………………………………………………
1) Taufiq Ismail, Membaca Puisi, Taman Ismail Marzuki, 30-31 Januari 1980.
2) Kompas, 25 Mei 1981.
Catatan kaki untuk buku dimulai dengan nama pengarang diikuti koma, judul buku (ditulis dengan huruf awal kapital dan dicetak tebal atau dicetak miring), nomor seri, jilid dan nomor cetakan (kalau ada), kota penerbit (diikuti titik dua), nama penerbit (diikuti koma), dan tahun penerbitan (ditulis dalam kurung dan diakhiri dengan titik).
Catatan kaki untuk artikel dan majalah dimulai dengan nama pengarang, judul artikel, nama majalah, nomor majalah jika ada, tanggal penerbitan, dan nomor halaman. Jika dari sumber yang sama dikutip lagi, pada catatan kaki ditulis ibid. (singkatan dari ibidum) yang artinya sama persis sumbernya dengan catatan kaki di atasnya. Jadi mirip dengan idem atau sda. Untuk sumber yang telah disisipi sumber lain, digunakan istilah op. cit. (singkatan dari opere citato). Untuk sumber dari majalah dan koran yang telah disisipi sumber lain digunakan istilah loc. cit. (singkatan dari loco citato).
…………………………………………………
2 Ratna Wilis Dahar, Teori-Teori Belajar (Jakarta: Depdikbud, 1988), hal. 18.
3 Nurhadi, Membaca Cepat dan Efektif (Bandung: Sinar Baru, 1986), hal. 25
4 Ibid., hal. 15
5 Ratna Wilis Dahar, op.cit., hal. 17
Tujuan
Catatan Kaki dibuat untuk :
a. Menyusun Pembuktian
Semua pernyataan yang penting,yang bukan merupakan pengetahuan umum harus didukung oleh pembuktian-pembuktian. Catatan kaki menunjukan kebenaran-kebenaran yang pernah dicapai oleh seorang pengaran lain dalam bukunya atau tulisan-tulisannya.Sebab itu referensi dalam catatan kaki dimaksudkan untuk menunjukkan tempat atau sumber dimana suatu kebenaran telah dibuktikan oleh orang lain.
b. Menyatakan Hutang Budi
Penunjukan sumber pada catatan kaki dimasukan pula untuk menyatakan hutang budi kepada pengarang yang dikutip pendapatnya. Dengan menyebut nama pengarang yang dikutip pendapatnya itu,penulis telah menyatakan hutang budi kepadanya.
c. Menyatakan Keterangan Tambahan
Catatan kaiki juga dimaksudkan sebagai keterangan tambahan untuk uraian. keterangan tambahan yang dimaksud dapat berupa :
1). Inti atau sari dari fragmen yang dipinjam.
2). Uraian teknis , keterangan insidental, atau materi yang memperjelas teks, atau informasi tambahan
terhadap topik yang disebut dalam teks.
3). Materi-materi penjelas yang kurang penting seperti perbaikan, atau pandangan-pandangan lain yang
bertentangan.
d. Merujuk bagian lain dari teks
Catatan kaki dapat juga dipergunakan untuk menyediakan informasi kepada bagian-bagian lain dari tulisan itu . Misalnya penulis memberi catatan agar pembaca melihat atau memeriksa utaian padahalaman sebelumnya,atau hal-hal yang akan diuraikan.
Daftar Pustaka
Dalam penulisan makalah, penulisan ilmiah, skripsi, buku dan lain-lain terdapat lembar daftar pustaka, terdapat beberapa hal terkait dengan daftar pustaka yang harus anda ketahui, antara lain :
1. Pengertian Daftar Pustaka
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit, dan sebagainya yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karya tulis atau buku dan disusun berdasarkan abjad. Menurut Gorys Keraf yang dimaksud dengan daftar pustaka atau bibliografi adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel- artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan yang sedang digarap.
Melalui daftar pustaka pembaca atau penulis dapat melihat kembali kepada sumber aslinya. Mereka dapat menetapkan apakah sumber itu sesungguhnya mempunyai keterkaitan dengan isi pembahasan itu, dan apakah bahan itu dikutip dengan benar atau tidak. Dan sekaligus dengan cara itu pembaca dapat memperluas pula pengetahuannya dengan bermacam-macam referensi itu.
2. Fungsi Daftar Pustaka
Dari daftar pustaka banyak hal yang dapat kita peroleh, antara lain ;
a. Memberikan informasi bahwa pernyataan yang dibuat bukan hasil pemikiran sendiri tapi juga ditambahkan dengan pemikiran orang lain.
b. Apabila pembaca menginginkan mendalami lebih jauh pernyataan yang dikutip, dapat membaca sendiri referensi yang menjadi sumber kutipan.
c. Memberikan apresiasi atau penghargaan terhadap penulis buku yang telah membantu kita dalam penulisan karya tulis yang kita selesaikan.
d. Menjaga profesionalitas penulis terhadap karya tulis yang telah dia buat.
3. Unsur-unsur Daftar Pustaka
Hal yang perlu diketahui dalam penulisan daftar pustaka, yaitu :
a. Nama pengarang, yang dikutip secara lengkap.
b. Judul buku, termasuk judul tambahannya.
c. Data publikasi, nama penerbit, tempat terbit, tahun terbit, edisi buku tersebut.
d. Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, jilid, nomor, dan tahun.
4. Jenis-jenis Daftar Pustaka
a. Kelompok Textbook
Penulis perorangan.
Kumpulan karangan beberapa penulis dengan editor.
Buku yang ditulis / dibuat oleh lembaga.
Buku terjemahan.
b. Kelompok Jurnal
Artikel yang disusun oleh penulis.
Artikel yang disusun oleh lembaga.
Kelompok makalah yang diresentasikan dalam seminar / konferensi / symposium.
c. Kelompok disertasi / tesis
d. Kelompok makalah / informasi dari Internet
5. Penyusunan Daftar Pustaka
Penyusunan daftar pustaka dan penunjukannya pada naskah mengikuti salah satu
dari tiga sistem berikut :
a. Nama dan Tahun (Name and Year System). Daftar pustaka disusun secara abjad berdasarkan nama akhir penulis dan tidak dinomori. Penunjukan pada naskah dengan nama akhir penulis diikuti tahun penerbitan.
b. Kombinasi Abjad dan Nomor (Alphabet-Number System). Pada sistem ini cara penunjukannya dalam naskah adalah dengan memberikan nomor sesuai dengan nomor pada daftar pustaka yang disusun sesuai abjad.
c. Sistem Nomor (Citation Number System). Kutipan pada naskah diberi nomor berurutan dan susunan daftar pustaka mengikuti urutan seperti tercantum pada naskah dan tidak menurut abjad.
6. Cara penulisan daftar pustaka menurut jenis-jenisnya
v Cara Penulisan Daftar Pustaka Textbook
a) Buku yang ditulis/dibuat oleh lembaga : nama lembaga, tahun terbit, judul buku (cetak miring atau garis bawahi), edisi dan volume, nama penerbit, tempat penerbit (kota), halaman yang dibaca.
b) Buku terjemahan : nama penulis (disusun balik), tahun terbit, judul buku (cetak miring atau garisbawahi), penerjemah, nama penerbit, tempat penerbit (kota), halaman yang dibaca.
v . Cara Penulisan Daftar Pustaka Jurnal dan Disertasi/Tesis
a) Kelompok makalah yang dipresentasikan dalam seminar/konferensi/simposium : nama penulis (disusun balik), tahun penyajian, judul makalah, nama forum penyajian (cetak miring atau garisbawahi), kota, bulan dan tanggal penyajian.
b) Kelompok disertasi/tesis : nama penulis (disusun balik), tahun terbit, judul disertasi/thesis (centang miring atau garisbawahi), tempat penerbitan (kota), universitas, kata “disertasi” atau “tesis”.
v Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Internet
a) Kelompok makalah / informasi dari Internet (apabila ada nama penulis) : nama penulis (disusun balik), tahun penyajian, judul makalah / informasi, alamat Internet.
b) Kelompok makalah / informasi dari Internet (apabila tidak ada nama penulis) : nama lembaga yang menulis, tahun penyajian, judul makalah / informasi, alamat Internet.
Kutipan
Kutipan adalah pinjaman pendapat dari seorang pengarang atau seseorang,
baik berupa tulisan dalam buku, majalah, surat kabar, atau bentuk tulisan lainnya,
mau pun dalam bentuk lisan.
Tujuan pembuatan kutipan :
Dalam tulisan ilmiah, baik berupa artikel, karya tulis, skripsi, tesis, dan disertasi
selalu terdapat kutipan. Kutipan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah
karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal
yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip
karya orang lain tersebut.
Dengan demikian kutipan memiliki fungsi sebagai:
a. landasan teori
b. penguat pendapat penulis
c. penjelasan suatu uraian
d. bahan bukti untuk menunjang pendapat itu.
Berdasarkan fungsi di atas seorang penulis harus memperhatikan hal-hal berikut:
1) penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu
2) penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan
3) kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
4) jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung
5) penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak
langsung
6) perhatikan teknik penulisan kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan
Sumber :
http://www.docstoc.com/docs/22448919/04-Penulisan-Daftar-Pustaka
http://www.scribd.com/doc/36537268/Penyusunan-Daftar-Pustaka
http://lytasapi.wordpress.com/2010/06/05/pengertian-fungsi-dan-jenis-kutipan/
http://fikarzone.wordpress.com/
http://mycandybaby.wordpress.com/2009/12/26/daftar-pustaka-dan-kutipan/
Minggu, 20 November 2011
Posts by : Admin
Evaluasi kinerja jejaring sosial (final part)
Jejaring sosial merupakan suatu jaringan relasi dan hubungan social yang terdapat dalam suatu masyarakat. Dalam Hal ini kami akan mengambil contoh situs jejaring sosial dalam hal pertemanan yaitu www.Facebook.com. Facebook tidak mengenal umur ataupun suatu kelas sosial masyarakat tertentu. Facebook bisa di akses oleh seluruh lapisan masyarakat, ini dikarenakan facebook dapat menambah teman ataupun bertemu dengan teman teman lama yang sudah tidak ada komunikasi berikut adalah tampilan awal dari Facebook,
Pada situs jejaring pertemanan ini semua orang bebas untuk mendaftar dan mengunakan jejaring pertemanan ini.
Berikut ini beberapa pendapat kami tentang kelebihan dan kekurangan facebook,
Kelebihan ;
- Media sosial yang dapat mencari atau menemukan teman lama
- Dapat langsung dimengerti oleh pemula
- Salah satu media yang bisa mengembangkan bakat,karena ada fasilitas seperti note.
- Media sosial yang mudah diakses dan gratis
- Dapat berkomunikasi dengan orang banyak tanpa bertatap muka
- Dapat bertukar fikiran dan berkomunikasi melalui chatting
- Dapat menjadi salah satu ajang bisnis
- Mempunyai fasilitas yang menyenangkan seperti game game yang menarik.
- Berekspresi dengan meng-update status
- Adanya grup yang bisa menjadikan kita berbagi / bertukar pikiran di satu bidang
Adapun kekurangan dari facebook itu sendiri,
- Mudah nya diakses oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab sehingga data data pribadi yang ada tersebar luas.
- Ada nya orang yang tidak bertanggung jawab dengan menyebarluaskan / mengedit foto pemilik akun tidak sesuai dengan kenyataan
- Membuat orang ketagihan dan agak sedikit lupa dengan kehidupan nyata
- Untuk mengakses akun ini orang orang akan rela mengeluarkan uang nya yang seharusnya bisa digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat (biaya internet)
-Apabila orang mendapatkan suatu game yang menarik dia akan lupa diri.
Menurut Kami hal-hal yang harus di evaluasi adalah ;
-Keamanan Account atau privasi seorang member.
Keamanan itulah yang sangat penting dalam sebuah situs pertemanan karena seorang member mengharapkan hal itu terjaga dengan baik. Profil seseorang dapat dilihat oleh orang lain dengan mudah dan hal itu sangat merugikan seorang member karena informasi pribadi mereka dapat disebarluaskan tanpa tanggung jawab.
- Pembatasan kontent
Hal yang kurang sukai adalah bagian kanan facebook yg memuat iklan-iklan. Untuk bagian kiri fungsi “list” tidak perlu. Karena membuat terlalu ramai tampilan. Semua info tentang update teman dan saudara sudah ada di notification jadi untuk list tidak diperlukan karena isinya sama. Dalam hal ini dibutuhkan pembatasan konten-konten yang tidak perlu dalam situs pertemanan.
Sumber ;
-www.scribd.com/mobile/documents/51516226
-www.whatissocialnetworking.com/
-http://en.wikipedia.org/wiki/Social_network_service
-http://id.wikipedia.org/wiki/Jejaring_sosial
-http://facebook.com
Pada situs jejaring pertemanan ini semua orang bebas untuk mendaftar dan mengunakan jejaring pertemanan ini.
Berikut ini beberapa pendapat kami tentang kelebihan dan kekurangan facebook,
Kelebihan ;
- Media sosial yang dapat mencari atau menemukan teman lama
- Dapat langsung dimengerti oleh pemula
- Salah satu media yang bisa mengembangkan bakat,karena ada fasilitas seperti note.
- Media sosial yang mudah diakses dan gratis
- Dapat berkomunikasi dengan orang banyak tanpa bertatap muka
- Dapat bertukar fikiran dan berkomunikasi melalui chatting
- Dapat menjadi salah satu ajang bisnis
- Mempunyai fasilitas yang menyenangkan seperti game game yang menarik.
- Berekspresi dengan meng-update status
- Adanya grup yang bisa menjadikan kita berbagi / bertukar pikiran di satu bidang
Adapun kekurangan dari facebook itu sendiri,
- Mudah nya diakses oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab sehingga data data pribadi yang ada tersebar luas.
- Ada nya orang yang tidak bertanggung jawab dengan menyebarluaskan / mengedit foto pemilik akun tidak sesuai dengan kenyataan
- Membuat orang ketagihan dan agak sedikit lupa dengan kehidupan nyata
- Untuk mengakses akun ini orang orang akan rela mengeluarkan uang nya yang seharusnya bisa digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat (biaya internet)
-Apabila orang mendapatkan suatu game yang menarik dia akan lupa diri.
Menurut Kami hal-hal yang harus di evaluasi adalah ;
-Keamanan Account atau privasi seorang member.
Keamanan itulah yang sangat penting dalam sebuah situs pertemanan karena seorang member mengharapkan hal itu terjaga dengan baik. Profil seseorang dapat dilihat oleh orang lain dengan mudah dan hal itu sangat merugikan seorang member karena informasi pribadi mereka dapat disebarluaskan tanpa tanggung jawab.
- Pembatasan kontent
Hal yang kurang sukai adalah bagian kanan facebook yg memuat iklan-iklan. Untuk bagian kiri fungsi “list” tidak perlu. Karena membuat terlalu ramai tampilan. Semua info tentang update teman dan saudara sudah ada di notification jadi untuk list tidak diperlukan karena isinya sama. Dalam hal ini dibutuhkan pembatasan konten-konten yang tidak perlu dalam situs pertemanan.
Sumber ;
-www.scribd.com/mobile/documents/51516226
-www.whatissocialnetworking.com/
-http://en.wikipedia.org/wiki/Social_network_service
-http://id.wikipedia.org/wiki/Jejaring_sosial
-http://facebook.com
Posts by : Admin
Evaluasi kinerja jejaring sosial (part 1)
Jejaring Sosial adalah situs untuk membangun komunikasi online antara sekelompok orang yang berbagi hobi atau aktivitas atau mencari tahu hobi dan aktivitas orang lain.
Sedangkan menurut J.A. Barnes (1945) jejaring sosial adalah struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen individual atau organisasi. Jejaring ini menunjukan jalan dimana mereka berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga. Situs jejaring sosial ini memungkinkan para penggunanya untuk mengumpulkan teman dan relasi di profile account mereka baik itu yang mereka kenal atau yang mereka ingin kenal
Tujuan utama situs jejaring sosial adalah sebagai media untuk memperluas jaringan sosial yang bermanfaat untuk pergaulan dan relasi. Kita dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan seluruh pengguna situs jejaring sosial tersebut. Beberapa contoh situs jejaring sosial yang sudah sering kita dengar antara lain Friendster, My Space, Classmates, Hi5, dan lain sebagainya. Facebook dan Twitter adalah situs jejaring sosial yang paling digemari saat ini.
Situs-situs jejaring sosial semakin lama semakin digemari oleh segala kalangan, tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan, karyawan maupun pengusaha, dan sebagainya. Semuanya berlomba-lomba membuat account di situs-situs jejaring sosial guna memenuhi gaya hidup.
Akan tetapi dengan merebaknya situs-situs jejaring sosial, tidak dapat dipungkiri teknologi ini membawa dampak negatif pula. Kehadiran situs jejaring sosial membuat orang-orang cenderung lebih individualis. Para pengguna berfikir lebih mudah menggunakan fasilitas situs jejaring sosial daripada bertemu langsung dengan orang lain. Selain itu kinerja kerja pun akan menurun dikarenakan orang-orang akan cenderung memilih untuk bermain di situs jejaring sosial sehingga akan menyita banyak waktu kerjanya.
Hal lain yang sering terjadi adalah munculnya persaingan-persaingan tidak sehat dalam bidang bisnis. Melalui situs jejaring sosial semua orang bisa berpromosi sekaligus saling menjatuhkan. Semua orang bisa dengan mudah membuat profile account untuk menyelidiki kompetitor atau bahkan menyebarkan berita-berita miring mengenai kompetitornya.
Belakangan ini dampak negatif dari situs jejaring sosial pun semakin nyata terlihat. Banyak account-account dalam situs jejaring sosial yang menjalankan bisnis illegal. Contohnya seperti pasar gelap, produk-produk palsu, atau bahkan menjadi media promosi dalam bisnis prostitusi.
Situs jejaring sosial turut mengambil peranan daalam setiap proses yang terjadi. Mulai dari mengubah sikap seseorang, merubah pendapat dan pandangan seseorang, merubah perilaku, serta merubah kehidupan sosial penggunanya.
Hambatan-hambatan yang sering terjadi dalam penggunaan situs jejaring sosial antara lain gangguan mekanik seperti gangguan pada koneksi internet atau gangguan teknis pada situs yang digunakan. Selain itu gangguan sematik juga sering terjadi dalam komunikasi melalui situs jejaring sosial.
Dapat disimpulkan bahwa jejaring sosial adalah media baru yang menggunakan koneksi internet sebagai perangkat dasarnya serta berisi elemen-elemen individual atau organisasi. Para pengunanya adalah mereka yang berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga
Sedangkan menurut J.A. Barnes (1945) jejaring sosial adalah struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen individual atau organisasi. Jejaring ini menunjukan jalan dimana mereka berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga. Situs jejaring sosial ini memungkinkan para penggunanya untuk mengumpulkan teman dan relasi di profile account mereka baik itu yang mereka kenal atau yang mereka ingin kenal
Tujuan utama situs jejaring sosial adalah sebagai media untuk memperluas jaringan sosial yang bermanfaat untuk pergaulan dan relasi. Kita dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan seluruh pengguna situs jejaring sosial tersebut. Beberapa contoh situs jejaring sosial yang sudah sering kita dengar antara lain Friendster, My Space, Classmates, Hi5, dan lain sebagainya. Facebook dan Twitter adalah situs jejaring sosial yang paling digemari saat ini.
Situs-situs jejaring sosial semakin lama semakin digemari oleh segala kalangan, tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan, karyawan maupun pengusaha, dan sebagainya. Semuanya berlomba-lomba membuat account di situs-situs jejaring sosial guna memenuhi gaya hidup.
Akan tetapi dengan merebaknya situs-situs jejaring sosial, tidak dapat dipungkiri teknologi ini membawa dampak negatif pula. Kehadiran situs jejaring sosial membuat orang-orang cenderung lebih individualis. Para pengguna berfikir lebih mudah menggunakan fasilitas situs jejaring sosial daripada bertemu langsung dengan orang lain. Selain itu kinerja kerja pun akan menurun dikarenakan orang-orang akan cenderung memilih untuk bermain di situs jejaring sosial sehingga akan menyita banyak waktu kerjanya.
Hal lain yang sering terjadi adalah munculnya persaingan-persaingan tidak sehat dalam bidang bisnis. Melalui situs jejaring sosial semua orang bisa berpromosi sekaligus saling menjatuhkan. Semua orang bisa dengan mudah membuat profile account untuk menyelidiki kompetitor atau bahkan menyebarkan berita-berita miring mengenai kompetitornya.
Belakangan ini dampak negatif dari situs jejaring sosial pun semakin nyata terlihat. Banyak account-account dalam situs jejaring sosial yang menjalankan bisnis illegal. Contohnya seperti pasar gelap, produk-produk palsu, atau bahkan menjadi media promosi dalam bisnis prostitusi.
Situs jejaring sosial turut mengambil peranan daalam setiap proses yang terjadi. Mulai dari mengubah sikap seseorang, merubah pendapat dan pandangan seseorang, merubah perilaku, serta merubah kehidupan sosial penggunanya.
Hambatan-hambatan yang sering terjadi dalam penggunaan situs jejaring sosial antara lain gangguan mekanik seperti gangguan pada koneksi internet atau gangguan teknis pada situs yang digunakan. Selain itu gangguan sematik juga sering terjadi dalam komunikasi melalui situs jejaring sosial.
Dapat disimpulkan bahwa jejaring sosial adalah media baru yang menggunakan koneksi internet sebagai perangkat dasarnya serta berisi elemen-elemen individual atau organisasi. Para pengunanya adalah mereka yang berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga
Posts by : Admin
Tips terhindar dari osteoporosis
JANGAN langsung kecewa saat dokter mendiagnosis Anda dengan osteoporosis. Anda masih bisa memulihkannya dengan mulai melakukan perubahan gaya hidup untuk kesehatan tulang. Upaya itu mungkin memang tak akan membantu membangun kembali tulang jika berkaitan dengan bertambahnya usia, tapi setidaknya bisa memperlambat pengeroposan tulang. Apa saja yang perlu dilakukan agar tulang kita tetap kuat dan sehat sehingga terhindar dari osteoporosis? Ikuti tips berikut ini:
1. Cukupi dosis kalsium harian Kalsium adalah kunci untuk menjaga kesehatan tulang. Suplemen makanan bisa menjadi pilihan, tetapi yang terbaik adalah mencoba mendapatkan kalsium melalui makanan Orang dewasa harus memenuhi 1.000 miligram (mg) kalsium per hari, tetapi jika Anda lebih dari 50 tahun, Anda membutuhkan 1.200 mg kalsium setiap hari, dan 1.300 mg setelah menopause. Sumber makanan kalsium yang baik meliputi:
a. Produk susu rendah lemak seperti susu skim atau keju ricotta b. Sarden kalengan dalam minyak dengan tulang
c. Jus yang diperkaya kalsium d. Sayuran berdaun hijau
2. Cukupi kebutuhan vitamin D Vitamin D membantu tubuh mengolah kalsium. Sumber terbaik vitamin D adalah sinar matahari alami. Waktu 15 menit di bawah sinar matahari tanpa tabir surya dibutuhkan setiap hari. Namun, ada orang yang tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung, seperti pasien kanker kulit. Mereka bisa mendapatkan vitamin D dari suplemen. Dosis yang diperlukan sekitar 400 sampai 800 IU sehari. Ada pula pilihan makanan kaya akan vitamin D:
a. Salmon, tuna, makarel, sarden
b. Kuning telur
c. Produk susu
3. Makan produk segar Kesehatan tulang bergantung pada variasi makanan yang mengandung vitamin dan mineral yang berbeda. Konsumsilah buah dan sayuran berwarna. Menurut penelitian, terhadap 171 orang dewasa, terlihat bahwa mereka yang rajin makan buah dan sayur segar mampu mempertahankan lebih banyak kalsium di dalam tubuh.
4. Batasi konsumsi alkohol Alkohol dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium. Jadi, ada baiknya menghindari atau setidaknya mengurangi konsumsi alkohol. Batasi pula minuman berkafein dan berkarbonasi. Minuman berkafein dan berkarbonasi memiliki dampak negatif pada kesehatan tulang Anda.
5. Kurangi garam Makan makanan asin menyebabkan tubuh Anda kehilangan lebih banyak kalsium.
Sumber ; www.dechacare.com/Tips-Terhindar-dari-Osteoporosis-I1179.html
1. Cukupi dosis kalsium harian Kalsium adalah kunci untuk menjaga kesehatan tulang. Suplemen makanan bisa menjadi pilihan, tetapi yang terbaik adalah mencoba mendapatkan kalsium melalui makanan Orang dewasa harus memenuhi 1.000 miligram (mg) kalsium per hari, tetapi jika Anda lebih dari 50 tahun, Anda membutuhkan 1.200 mg kalsium setiap hari, dan 1.300 mg setelah menopause. Sumber makanan kalsium yang baik meliputi:
a. Produk susu rendah lemak seperti susu skim atau keju ricotta b. Sarden kalengan dalam minyak dengan tulang
c. Jus yang diperkaya kalsium d. Sayuran berdaun hijau
2. Cukupi kebutuhan vitamin D Vitamin D membantu tubuh mengolah kalsium. Sumber terbaik vitamin D adalah sinar matahari alami. Waktu 15 menit di bawah sinar matahari tanpa tabir surya dibutuhkan setiap hari. Namun, ada orang yang tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung, seperti pasien kanker kulit. Mereka bisa mendapatkan vitamin D dari suplemen. Dosis yang diperlukan sekitar 400 sampai 800 IU sehari. Ada pula pilihan makanan kaya akan vitamin D:
a. Salmon, tuna, makarel, sarden
b. Kuning telur
c. Produk susu
3. Makan produk segar Kesehatan tulang bergantung pada variasi makanan yang mengandung vitamin dan mineral yang berbeda. Konsumsilah buah dan sayuran berwarna. Menurut penelitian, terhadap 171 orang dewasa, terlihat bahwa mereka yang rajin makan buah dan sayur segar mampu mempertahankan lebih banyak kalsium di dalam tubuh.
4. Batasi konsumsi alkohol Alkohol dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium. Jadi, ada baiknya menghindari atau setidaknya mengurangi konsumsi alkohol. Batasi pula minuman berkafein dan berkarbonasi. Minuman berkafein dan berkarbonasi memiliki dampak negatif pada kesehatan tulang Anda.
5. Kurangi garam Makan makanan asin menyebabkan tubuh Anda kehilangan lebih banyak kalsium.
Sumber ; www.dechacare.com/Tips-Terhindar-dari-Osteoporosis-I1179.html
Selasa, 25 Oktober 2011
Posts by : Admin
Kerangka karangan
Kerangka Karangan
Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya.
Manfaat Kerangka Karangan
Untuk menyusun karangan secara teratur.
Mempermudah pembahasan tulisan.
Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal.
Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih.
Memudahkan penulis mencari materi tambahan.
Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah.
Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda.
Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya.
Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh.
Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik
Pengungkapan maksudnya harus jelas.
Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan.
Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis.
Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten.
Macam-macam Susunan Kerangka Karangan
Alamiah
Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu :
1. Berdasar urutan ruang.
Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis.
Contoh
Topik : Banjir.
Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir.
Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia.
I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA
A. Banjir di Asia
1. Banjir di China.
2. Banjir di Taiwan.
B. Banjir di Eropa
1. Banjir di Belanda.
2. Banjir di Inggris.
II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA.
A. Banjir di Pulau Jawa
1. Banjir di DKI Jakarta.
2. Banjir di Pacitan.
B. Banjir di luar Pulau Jawa
1. Banjir di Papua Barat.
2. Banjir di Padang.
2. Urutan waktu.
Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain.
Contoh
Topik: masyarakat
Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat
Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman.
I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU
A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia
B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia
1. Di Irian
2. Di Kepulauan Mentawai
II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK
A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia
B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia
1. Masyarakat petani di Pulau Jawa
2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur
III. MASYARAKAT INDUSTRI
A. Masyarakat Industri Modern
B. Masyarakat Industri Canggih
3. Urutan topik yang ada.
Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll.
Contoh
Topik: Hutan
Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan
Tema: Pemanfaatan hutan.
I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH
A. Mencegah Erosi
B. Mengurangi Polusi
1. Polusi Udara
2. Polusi Suara
C. Sebagai Hutan Lindung
II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS
A. Hutan Tanaman Industri
B. Hutan untuk Rekreasi
C. Hutan untuk Penelitian
Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu
memperhatikan mana yang akan didahulukan.
Logis
Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan :
1. Klimaks-Anti klimaks.
Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua :
1. Urutan klimaks = yang penting di akhir.
2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal.
Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan.
Contoh
Topik: Banjir
Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir
Tema: Banjir dan akibatnya
I. MUSIM PENGHUJAN MULAI
II.PENGGUNDULAN HUTAN
III. EROSI DI MANA-MANA
IV. PENDANGKALAN SUNGAI
V. MUSIBAH BANJIR
VI. PENDERITAAN MASYARAKAT
2. Umum-Khusus.
a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya.
Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya.
b. Khusus – Umum : Sebaliknya.
Contoh
Topik: Pendidikan
Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat
Tema: Pendidikan di masyarakat
I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM
II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN
III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN
IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA
3. Sebab-Akibat.
a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi.
Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global.
b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya.
Misal : Krisis multidimensi di Indonesia.
Contoh
Topik: Premanisme di Jakarta
I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT
II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA
III. LAPANGAN KERJA MENCIUT
IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH
4. Proses.
Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya.
Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan
Ada dua cara :
1. Sistem Campuran Huruf dan Angka.
I . Angka Romawi Besar untuk BAB
A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab
1. Angka Arab besar
a. Huruf Romawi Kecil
i. Angka Romawi Kecil
(a) Huruf Romawi Kecil Berkurung
(1) Angka Arab Berkurung
Contoh
I. Pendahuluan
II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia
A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000
B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995
C. Studi Kasus di Lampung
1. Pengukuran Fertilitas
2. Penyebab Perbedaan fertilitas
a. Retaknya Perkawinan
b. Abstinensi Setelah Melahirkan
c. Perbedaan Fekunditas
III. Kesimpulan
2. Sistem Angka Arab (dengan digit).
1.
1.1
1.1.1
1.1.1.1
2.
2.1
2.1.1
dst.
Contoh
1. Pendahuluan
2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia
2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000
2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995
2.3. Studi Kasus di Lampung
2.3.1. Pengukuran Fertilitas
2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas
2.3.2.1. Retaknya Perkawinan
2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan
2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas
3. Kesimpulan
Sumber :
http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc
http://penulissukses.com/penulis38.php
http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt.
http://eziekim.wordpress.com/2010/11/14/kerangka-karangan/
Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya.
Manfaat Kerangka Karangan
Untuk menyusun karangan secara teratur.
Mempermudah pembahasan tulisan.
Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal.
Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih.
Memudahkan penulis mencari materi tambahan.
Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah.
Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda.
Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya.
Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh.
Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik
Pengungkapan maksudnya harus jelas.
Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan.
Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis.
Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten.
Macam-macam Susunan Kerangka Karangan
Alamiah
Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu :
1. Berdasar urutan ruang.
Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis.
Contoh
Topik : Banjir.
Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir.
Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia.
I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA
A. Banjir di Asia
1. Banjir di China.
2. Banjir di Taiwan.
B. Banjir di Eropa
1. Banjir di Belanda.
2. Banjir di Inggris.
II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA.
A. Banjir di Pulau Jawa
1. Banjir di DKI Jakarta.
2. Banjir di Pacitan.
B. Banjir di luar Pulau Jawa
1. Banjir di Papua Barat.
2. Banjir di Padang.
2. Urutan waktu.
Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain.
Contoh
Topik: masyarakat
Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat
Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman.
I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU
A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia
B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia
1. Di Irian
2. Di Kepulauan Mentawai
II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK
A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia
B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia
1. Masyarakat petani di Pulau Jawa
2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur
III. MASYARAKAT INDUSTRI
A. Masyarakat Industri Modern
B. Masyarakat Industri Canggih
3. Urutan topik yang ada.
Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll.
Contoh
Topik: Hutan
Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan
Tema: Pemanfaatan hutan.
I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH
A. Mencegah Erosi
B. Mengurangi Polusi
1. Polusi Udara
2. Polusi Suara
C. Sebagai Hutan Lindung
II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS
A. Hutan Tanaman Industri
B. Hutan untuk Rekreasi
C. Hutan untuk Penelitian
Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu
memperhatikan mana yang akan didahulukan.
Logis
Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan :
1. Klimaks-Anti klimaks.
Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua :
1. Urutan klimaks = yang penting di akhir.
2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal.
Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan.
Contoh
Topik: Banjir
Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir
Tema: Banjir dan akibatnya
I. MUSIM PENGHUJAN MULAI
II.PENGGUNDULAN HUTAN
III. EROSI DI MANA-MANA
IV. PENDANGKALAN SUNGAI
V. MUSIBAH BANJIR
VI. PENDERITAAN MASYARAKAT
2. Umum-Khusus.
a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya.
Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya.
b. Khusus – Umum : Sebaliknya.
Contoh
Topik: Pendidikan
Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat
Tema: Pendidikan di masyarakat
I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM
II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN
III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN
IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA
3. Sebab-Akibat.
a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi.
Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global.
b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya.
Misal : Krisis multidimensi di Indonesia.
Contoh
Topik: Premanisme di Jakarta
I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT
II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA
III. LAPANGAN KERJA MENCIUT
IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH
4. Proses.
Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya.
Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan
Ada dua cara :
1. Sistem Campuran Huruf dan Angka.
I . Angka Romawi Besar untuk BAB
A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab
1. Angka Arab besar
a. Huruf Romawi Kecil
i. Angka Romawi Kecil
(a) Huruf Romawi Kecil Berkurung
(1) Angka Arab Berkurung
Contoh
I. Pendahuluan
II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia
A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000
B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995
C. Studi Kasus di Lampung
1. Pengukuran Fertilitas
2. Penyebab Perbedaan fertilitas
a. Retaknya Perkawinan
b. Abstinensi Setelah Melahirkan
c. Perbedaan Fekunditas
III. Kesimpulan
2. Sistem Angka Arab (dengan digit).
1.
1.1
1.1.1
1.1.1.1
2.
2.1
2.1.1
dst.
Contoh
1. Pendahuluan
2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia
2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000
2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995
2.3. Studi Kasus di Lampung
2.3.1. Pengukuran Fertilitas
2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas
2.3.2.1. Retaknya Perkawinan
2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan
2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas
3. Kesimpulan
Sumber :
http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc
http://penulissukses.com/penulis38.php
http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt.
http://eziekim.wordpress.com/2010/11/14/kerangka-karangan/
Sabtu, 22 Oktober 2011
Posts by : Admin
Bahasa Indonesia
Soal..
1. Jelaskan hal-hal yang menyebabkan ragam bahasa, sebutkan macam-macamnya !
2. Jelaskan perbedaan istilah umum dan khusus, terapkan dalam penggunaannya!
3. Jelaskan pola kalimat dasar bahasa Indonesia?
4. Sebutkan dan jelasakan syarat-syarat kalimat efektif?
Jawaban..
1. hal yang menyebabkan ragam bahasa ada adalah karena variasi bahasa yang pemakaiannya berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan menurut hubungan pembicara, kawan bicara, dan orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicaraan.
Macam - macam ragam bahasa ;
a. Ragam baku adalah ragam bahasa yang oleh penuturnya dipandang sebagai ragam yang baik. Ragam ini biasa dipakai dalam kalangan terdidik, karya ilmiah, suasana resmi, atau surat resmi.
b.Ragam cakapan (ragam akrab) adalah ragam bahasa yang dipakai apabila pembicara menganggap kawan bicara sebagai sesama, lebih muda, lebih rendah statusnya atau apabila topik pembicara bersifat tidak resmi.
c.Ragam hormat adalah ragam bahasa yang dipakai apabila lawan bicara orang yang dihormati, misalnya orang tua dan atasan.
d.Ragam kasar adalah ragam bahasa yang digunakan dalam pemakaian tidak resmi di kalangan orang yang saling mengenal.
e.Ragam lisan adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman.
f.Ragam resmi adalah ragam bahasa yang dipakai dalam suasana resmi.
g.Ragam tulis adalah ragam bahasa yang digunakan melalui media tulis, tidak terkait ruang dan waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur sampai pada sasaran secara visual.
2. Perbedaan kata umum dan kata khusus;
Kata umum adalah kata-kata yang pemakaiannya dan maknanya bersifat umum dan luas, sedangkan Kata Khusus adalah kata-kata yang pemakaiannya dan maknanya bersifat spesifik dan sempit dan yang merujuk kepada pengertian kongkret dan tertentu.
contoh penggunaanya ;
Kata umum : Ibu menanam pohon di halaman.
Kata khusus : Ibu menanam pohon Mangga di halaman.
3. Pola kalimat dasar dalam bahasa Indonesia adalah sebagai berikut;
a. KB + KK : Mahasiswa berdiskusi.
b. KB + KS : Dosen itu ramah.
c. KB + KBil : Harga buku itu sepuluh ribu rupiah.
d. KB + (KD + KB) : Tinggalnya di Palembang.
e. KB1 + KK + KB2 : Mereka menonton film.
f. KB1 + KK + KB2 + KB3 : Paman mencarikan saya pekerjaan.
g. KB1 + KB2 : Rustam peneliti.
4. Syarat kalimat efektif ;
a. Koherensi (keutuhan),Koherensi (keutuhan) dalam kalimat terlihat pada adanya
keterkaitan makna antardata dalam kalimat tersebut.
b.Kesejajaran, Kalimat efekif mempersyaratkan adanya kesejajaran bentuk dan kesejajaran makna. Kesejajaran bentuk berhubungan dengan struktur kalusa, sedangkan kesejajaran makna berkaitan dengan kejelasan informasi yang diungkapkan.
c. Pemfokusan, Yang dimaksud dengan pemfokusan adalah pemusatan perhatian terhadap bagian kalimat tertentu.
d. Penghematan, Kalimat efektif ditandai pula dengan penggunaan kata secara
hemat.
e. Variasi, Penyusunan kalimat perlu memperhatikan variable kalimat karena
variasi itu akan memberikan efek yang berbeda.
f. Kelogisan, Kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat dengan mudah
dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.
g. Kecermatan, Kecermatan di sini maksudnya tidak menimbulkan tafsiran ganda
dan tepat dalam pilihan kata.
sumber ; ragam bahasa
kata khusus dan umum
Kalimat dasar
Kalimat efektif
1. Jelaskan hal-hal yang menyebabkan ragam bahasa, sebutkan macam-macamnya !
2. Jelaskan perbedaan istilah umum dan khusus, terapkan dalam penggunaannya!
3. Jelaskan pola kalimat dasar bahasa Indonesia?
4. Sebutkan dan jelasakan syarat-syarat kalimat efektif?
Jawaban..
1. hal yang menyebabkan ragam bahasa ada adalah karena variasi bahasa yang pemakaiannya berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan menurut hubungan pembicara, kawan bicara, dan orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicaraan.
Macam - macam ragam bahasa ;
a. Ragam baku adalah ragam bahasa yang oleh penuturnya dipandang sebagai ragam yang baik. Ragam ini biasa dipakai dalam kalangan terdidik, karya ilmiah, suasana resmi, atau surat resmi.
b.Ragam cakapan (ragam akrab) adalah ragam bahasa yang dipakai apabila pembicara menganggap kawan bicara sebagai sesama, lebih muda, lebih rendah statusnya atau apabila topik pembicara bersifat tidak resmi.
c.Ragam hormat adalah ragam bahasa yang dipakai apabila lawan bicara orang yang dihormati, misalnya orang tua dan atasan.
d.Ragam kasar adalah ragam bahasa yang digunakan dalam pemakaian tidak resmi di kalangan orang yang saling mengenal.
e.Ragam lisan adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman.
f.Ragam resmi adalah ragam bahasa yang dipakai dalam suasana resmi.
g.Ragam tulis adalah ragam bahasa yang digunakan melalui media tulis, tidak terkait ruang dan waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur sampai pada sasaran secara visual.
2. Perbedaan kata umum dan kata khusus;
Kata umum adalah kata-kata yang pemakaiannya dan maknanya bersifat umum dan luas, sedangkan Kata Khusus adalah kata-kata yang pemakaiannya dan maknanya bersifat spesifik dan sempit dan yang merujuk kepada pengertian kongkret dan tertentu.
contoh penggunaanya ;
Kata umum : Ibu menanam pohon di halaman.
Kata khusus : Ibu menanam pohon Mangga di halaman.
3. Pola kalimat dasar dalam bahasa Indonesia adalah sebagai berikut;
a. KB + KK : Mahasiswa berdiskusi.
b. KB + KS : Dosen itu ramah.
c. KB + KBil : Harga buku itu sepuluh ribu rupiah.
d. KB + (KD + KB) : Tinggalnya di Palembang.
e. KB1 + KK + KB2 : Mereka menonton film.
f. KB1 + KK + KB2 + KB3 : Paman mencarikan saya pekerjaan.
g. KB1 + KB2 : Rustam peneliti.
4. Syarat kalimat efektif ;
a. Koherensi (keutuhan),Koherensi (keutuhan) dalam kalimat terlihat pada adanya
keterkaitan makna antardata dalam kalimat tersebut.
b.Kesejajaran, Kalimat efekif mempersyaratkan adanya kesejajaran bentuk dan kesejajaran makna. Kesejajaran bentuk berhubungan dengan struktur kalusa, sedangkan kesejajaran makna berkaitan dengan kejelasan informasi yang diungkapkan.
c. Pemfokusan, Yang dimaksud dengan pemfokusan adalah pemusatan perhatian terhadap bagian kalimat tertentu.
d. Penghematan, Kalimat efektif ditandai pula dengan penggunaan kata secara
hemat.
e. Variasi, Penyusunan kalimat perlu memperhatikan variable kalimat karena
variasi itu akan memberikan efek yang berbeda.
f. Kelogisan, Kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat dengan mudah
dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.
g. Kecermatan, Kecermatan di sini maksudnya tidak menimbulkan tafsiran ganda
dan tepat dalam pilihan kata.
sumber ; ragam bahasa
kata khusus dan umum
Kalimat dasar
Kalimat efektif
Jumat, 07 Oktober 2011
Posts by : Admin
Aplikasi pengolahan citra
Pengolahan citra mempunyai aplikasi yang sangat luas dalam berbagai bidang kehidupan kita antar lain :
1. Bidang Militer
a. Mengenali sasaran peluru kendali melalui sensor visual.
b. Mengidentifikasi pesawat musuh melalui radar.
c. Teropong malam hari (night vision)
2. Bidang Medis / Kedokteran
a. Mendeteksi retak/patah tulang dengan CT Scan.
b. Rekonstuksi foto janin (USG).
c. Mendeteksi kanker (kanker otak)
3. Bidang Biologi
Pengenalan jenis kromosom melalui gambar mikroskopis
4. Bidang Pendidikan
Pengolahan pendaftaran mahasiswa menggunakan scanner.
5. Bidang Geografi dan Geologi
a. Pemetaan batas wilayah melalui foto udara / Landsat.
b. Mengenali jenis dan bentuk lapisan batuan bawah permukaan bumi melalui rekonstruksi hasil seismik.
6. Bidang Kepolisian / Hukum
a. Pengelan pola sidik jari (finger print).
b. Rekonstruksi wajah pelaku kejahatan.
c. Pengenalan pola hasil uji balistik.
7. Bidang Perdagangan
a. Pembacaan barcode pada barang di swalayan. Mengenali huruf / angka pada suatu formulir secara otomatis.
8. Bidang Hiburan
Pemampatan video (MPEG).
9. Komunikasi data
Pemampatan citra yang ditransmisi (Internet).
Sumber ;
yuwono.himatif.or.id/download/bahan-1.doc
1. Bidang Militer
a. Mengenali sasaran peluru kendali melalui sensor visual.
b. Mengidentifikasi pesawat musuh melalui radar.
c. Teropong malam hari (night vision)
2. Bidang Medis / Kedokteran
a. Mendeteksi retak/patah tulang dengan CT Scan.
b. Rekonstuksi foto janin (USG).
c. Mendeteksi kanker (kanker otak)
3. Bidang Biologi
Pengenalan jenis kromosom melalui gambar mikroskopis
4. Bidang Pendidikan
Pengolahan pendaftaran mahasiswa menggunakan scanner.
5. Bidang Geografi dan Geologi
a. Pemetaan batas wilayah melalui foto udara / Landsat.
b. Mengenali jenis dan bentuk lapisan batuan bawah permukaan bumi melalui rekonstruksi hasil seismik.
6. Bidang Kepolisian / Hukum
a. Pengelan pola sidik jari (finger print).
b. Rekonstruksi wajah pelaku kejahatan.
c. Pengenalan pola hasil uji balistik.
7. Bidang Perdagangan
a. Pembacaan barcode pada barang di swalayan. Mengenali huruf / angka pada suatu formulir secara otomatis.
8. Bidang Hiburan
Pemampatan video (MPEG).
9. Komunikasi data
Pemampatan citra yang ditransmisi (Internet).
Sumber ;
yuwono.himatif.or.id/download/bahan-1.doc
Rabu, 05 Oktober 2011
Posts by : Admin
SMS penipuan menjamur karena ada celah di operator
Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) mengakui ada celah di operator yang bisa dimanfaatkan oleh para penyedia konten (content provider/CP) nakal untuk mengeruk uang dari pelanggan lewat SMS penipuan.
"Sebenarnya dari operator tidak ada yang punya niat nyolong pulsa, namun akses yang diberikan ke CP via USSD dan SMS code
ini yang jadi celah buat mereka berkreasi," kata Dedi Suherman, Ketua Pokja ATSI kepada detikINET.
Sumber ;
m.detik.com/read/2011/10/05/153839/1737453/328/sms-penipuan-menjamur-karena-ada-celah-di-operator
"Sebenarnya dari operator tidak ada yang punya niat nyolong pulsa, namun akses yang diberikan ke CP via USSD dan SMS code
ini yang jadi celah buat mereka berkreasi," kata Dedi Suherman, Ketua Pokja ATSI kepada detikINET.
Sumber ;
m.detik.com/read/2011/10/05/153839/1737453/328/sms-penipuan-menjamur-karena-ada-celah-di-operator
Posts by : Admin
Peran rantai nilai pada sistem informasi akuntansi
Tugas SIA (27-09-2011)
Dosen ; Margareta Gulo
Rangkuman
Pada umumnya organisasi bertujuan menyediakan nilai untuk pelanggan. Hal tersebut membutuhkan pelaksanaan berbagai kegiatan yang berbeda-beda, dan dapat dikonseptualisasikan dalam bentuk rantai nilai ( value chain).
Rantai nilai organisasi terdiri dari lima aktivitas utama (primary activities) yang secara langsung memberikan nilai kepada para pelanggannya, yaitu:
1. Inbound logistics terdiri dari penerimaan, penyimpanan, dan distribusi bahan- bahan masukan yang digunakan oleh organisasi untuk menghasilkan produk dan jasa yang dijualnya. Contoh ; penyimpanan barang ke gudang agar adanya efisiensi
2. Operasi (operations) adalah aktivitas-aktivitas yang mengubah masukan menjadi jasa atau produk yang sudah jadi.
Contoh ; aktifitas perakitan komputer dan perusahaan jasa akuntan
3. Outbond logistics adalah aktivitas-aktivitas yang melibatkan distribusi produk yang sudah jadi ke para pelanggan.
Contoh ; pengiriman barang hasil produksi ke tempat konsumen
4. Pemasaran dan penjualan mengarah pada aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan membantu para pelanggan untuk membeli jasa atau produk yang dihasilkan organisasi.
5. Pelayanan (service) memberikan dukungan pelayanan purna jual kepada para pelanggan. Organisasi juga melaksanakan berbagai aktivitas pendukung (support activities) yang memungkinkan kelima aktivitas utama tersebut dilaksanakan secara efisien dan efektif.
Aktivitas-aktivitas pendukung tersebut dapat dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu:
1. Infrastruktur perusahaan mengarah pada aktivitas-aktivitas akuntansi, keuangan, hukum, dan administrasi umum yang penting bagi sebuah organisasi untuk beroperasi. SIA adalah bagian dari infrastruktur perusahaan.
2. Sumber daya manusia melibatkan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan perekrutan, pengontrakan, pelatihan, dan pemberian kompensasi dan keuntungan bagi pegawai.
3. Teknologi merupakan aktivitas yang meningkatkan produk atau jasa. Contoh: penelitian dan pengembangan, investasi dalam teknologi informasi yang baru, pengembangan Website, dan desain produk.
4. Pembelian (purchasing) termasuk seluruh aktivitas yang melibatkan perolehan bahan mentah, suplai, mesin, dan bangunan yang digunakan untuk melaksanakan aktivitas- aktivitas utama.
Sumber ;
fhanincredible.wordpress.com/2010/10/09/tinjauan-menyeluruh-sia/
Dosen ; Margareta Gulo
Rangkuman
Pada umumnya organisasi bertujuan menyediakan nilai untuk pelanggan. Hal tersebut membutuhkan pelaksanaan berbagai kegiatan yang berbeda-beda, dan dapat dikonseptualisasikan dalam bentuk rantai nilai ( value chain).
Rantai nilai organisasi terdiri dari lima aktivitas utama (primary activities) yang secara langsung memberikan nilai kepada para pelanggannya, yaitu:
1. Inbound logistics terdiri dari penerimaan, penyimpanan, dan distribusi bahan- bahan masukan yang digunakan oleh organisasi untuk menghasilkan produk dan jasa yang dijualnya. Contoh ; penyimpanan barang ke gudang agar adanya efisiensi
2. Operasi (operations) adalah aktivitas-aktivitas yang mengubah masukan menjadi jasa atau produk yang sudah jadi.
Contoh ; aktifitas perakitan komputer dan perusahaan jasa akuntan
3. Outbond logistics adalah aktivitas-aktivitas yang melibatkan distribusi produk yang sudah jadi ke para pelanggan.
Contoh ; pengiriman barang hasil produksi ke tempat konsumen
4. Pemasaran dan penjualan mengarah pada aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan membantu para pelanggan untuk membeli jasa atau produk yang dihasilkan organisasi.
5. Pelayanan (service) memberikan dukungan pelayanan purna jual kepada para pelanggan. Organisasi juga melaksanakan berbagai aktivitas pendukung (support activities) yang memungkinkan kelima aktivitas utama tersebut dilaksanakan secara efisien dan efektif.
Aktivitas-aktivitas pendukung tersebut dapat dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu:
1. Infrastruktur perusahaan mengarah pada aktivitas-aktivitas akuntansi, keuangan, hukum, dan administrasi umum yang penting bagi sebuah organisasi untuk beroperasi. SIA adalah bagian dari infrastruktur perusahaan.
2. Sumber daya manusia melibatkan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan perekrutan, pengontrakan, pelatihan, dan pemberian kompensasi dan keuntungan bagi pegawai.
3. Teknologi merupakan aktivitas yang meningkatkan produk atau jasa. Contoh: penelitian dan pengembangan, investasi dalam teknologi informasi yang baru, pengembangan Website, dan desain produk.
4. Pembelian (purchasing) termasuk seluruh aktivitas yang melibatkan perolehan bahan mentah, suplai, mesin, dan bangunan yang digunakan untuk melaksanakan aktivitas- aktivitas utama.
Sumber ;
fhanincredible.wordpress.com/2010/10/09/tinjauan-menyeluruh-sia/
Langganan:
Postingan (Atom)

